Sabtu, 05 Maret 2011

Tukul Arwana Buka Aib Pulau Bangka

Bang Aan-- TERNYATA, di balik kemolekan pantai-pantainya, pulau Bangka menyimpan aib buruk yang memalukan.
"Dari atas pesawat, pulau Bangka ini banyak sekali bolong-bolongnya." kata Tukul Arwana, sambil ketawa.


pulau bangka
Komentar itu secara spontan diucapkan Tukul, saat berkunjung ke pulau Bangka, bulan lalu. Komentar senada juga dilontarkan oleh artis perempuan yang menjadi partnernya dalam acara yang ditayangkan Tran7 ketika itu.


Apa pun, komentar Tukul itu telah menampar dunia pariwisata Bangka. Sebab, kita tahu dalam jagad selebritas tanah air, Tukul merupakan presenter yang sangat fenomenal. Ia juga dikenal sebagai pelawak yang selalu jujur. Mengatakan apa-adanya. Dan itulah kekuatannya.

Tukul sudah membuka aib buruk pulau Bangka.

Eh, sebetulnya bukan hanya Tukul. Marwan Batubara (mantan anggota DPD RI), yang juga pernah berseloroh tentang lubang-lubang di pulau Bangka. Begini katanya... “Jika dilihat dari udara sebelum mendarat di Bandara Depati Amir, wajah bumi Bangka Belitung dipenuhi kawah dan lubang menganga.”

Marwan dan Tukul memang tak mengada-ada. Faktanya, selain dikenal sebagai 'bumi laskar pelangi', Bangka memang menyandang predikat negatif, sebagai
'Negeri Sejuta Kolong'.

Pertanyaan menggelitiknya, apa yang bisa dipetik dari komentar Tukul dan Marwan tentang bumi Bangka itu?.

Sebagai putra daerah Bangka, sejujurnya saya amat malu.

Tapi, di sisi lain saya justeru berterimakasih. Sebab dengan komentarnya yang polos itu, Tukul, telah menyuarakan sisi lain dari keindahan pulau Bangka; yakni Bangka sebagai pulau penuh lubang.

Marwan dan Tukul juga membuat jutaan orang tahu, Bangka adalah contoh pulau kaya yang telah hancur karena kekayaan yang dikandungnya. Hancur karena tak dikelola dengan bijaksana. Rusak karena penambangan timah yang merajalela, ratusan abad lamanya. Dan terus dilangsungkan samapai sekarang.

Meskipun benar, penambangan timah telah memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat Bangka. Namun, aktivitas pertambangan yang dilakukan secara sporadis dan massal itu, juga telah mengakibatkan kerusakan alam yang amat dahsyat dan tak ternilai harganya.

Coba renungkan. Apakah manusia bisa hidup dengan uang berlimpah, tanpa bumi yang bisa dipijak. Apakah kita bisa hidup tanpa tanah untuk membangun rumah, dan air bersih untuk diminum. Mustahil, bukan?!.

Saya bukannya tak bangga pada daerah yang juga kampung halaman saya sendiri. Hanya saja, arogansi penambangan timah yang terus berlangsung dan merusak bumi Bangka itu, tak boleh ditutup-tutupi. Biarlah orang-orang tahu.

Toh, sebelum saya mengutarakan masalah ini, seorang anggota Komite Penyelamatan Kekayaan Negara (KPK-N), jauh-jauh hari telah menguak dan mengingatkan pemerintah dareha Provinsi BaBel. Bahwa kerusakan akibat kegiatan penambangan ilegal sangat berbahaya. Khususnya bagi kelangsungan ekologis dan eksistensi pulau Bangka sendiri. hheemmmmh

Memangnya, apa sih, Bang, dampak buruk penambangan timah di Bangka?.
Nah, ayoo! baca tulisan saya sebelumnya tentang "Dampak Penambangan Timah".

Eh Sekarang Bangka Belitung udah populer sebagai daerah tujuan wisata loh. Kalau tertarik liburan ke Belitung kamu bisa ikut paket tour Belitung saja. Baca juga :10 Objek Wisata Lampung yang Wajib Anda Kunjungi

21 komentar:

  1. saya blm pernah ke sini sih bang.. tp apa memang beneran banyak bolongnya kalau dilihat dari udara??
    ada screenshot? :D

    BalasHapus
  2. Benar sekali. Bukan hanya bolong-bolong, tapi sudah banyak sekali sungai-sungai yang rusak akibat penambangan timah di Bangka. Pun di Belitung, tak jauh beda kondisinya.

    BalasHapus
  3. saya pernah ke sana tuh bang kebetulan sekali... hehehe.. keren :)

    BalasHapus
  4. bukannya sejak tetralogi laskar pelangi + Filmnya juga sudah membuat masyarakat tahu akan keadaan Bangka? mungkin cara penyampaiannya saja yang berbeda..

    BalasHapus
  5. Semoga ada pejabat atau pembuat keputusan yang bisa menyelamatkan bumi Indonesia, tak terkecuali Bangka dan Papua

    BalasHapus
  6. Iya,Pak.Kita semua sangat berharap agar pemerintah lebih serius dalam menyikapi berbagai masalah lingkungan yg sangat memprihatinkan di bumi Indonesia ini.

    BalasHapus
  7. penambangan timah yang tidak profesional yaa begitulah jadinya ~_~

    BalasHapus
  8. Saya percaya kalau pada dasarnya pulau-pulau di Indonesia (termasuk Bangka) adalah sangat indah. Kerusakan yang terjadi biasanya disebabkan oleh ulah manusia yang mengeksplorasi alam dan isinya..

    BalasHapus
  9. masih ada yang jujur.....sukur lah......

    BalasHapus
  10. Komentar Tukul harusya dijadikan pembelajaran ya, Bang...

    BalasHapus
  11. menjadi instropeksi diri aja hehe..
    salam kenal..

    BalasHapus
  12. yeah, untuk saat ini saya hanya bisa berdo'a dan sedikit mengabarkan. Semoga ada yg merasa malu..(kalau mereka masih tau malu)

    BalasHapus
  13. Mudah mudahan semua pihak segera menyadarai hal ini.. dan ditindak lanjut dengan berbagai perbaikan serta pemulihan kembali.. Semoga Babel menjadi indah kembali. :) Peace

    BalasHapus
  14. ya, untuk saat ini kita hanya sanggup mengatakan "Semoga".

    BalasHapus
  15. kyanya harus seimbang deh eksplorasi sm konservasinya.. karena dengan penambangan timah itu bs menghasilkan pendapatan tp disisi lain apabila tanpa etika maka itu hanya berujung kehancuran saja..
    mari selamatkan daerah kita :)

    BalasHapus
  16. dilema memang, dilain sisi pertambangan bisa mengangkat ekonomi, tapi di lain pihak malah menghancurkan alam.. hemmm... mana yang dipilih?

    BalasHapus
  17. Saya baru tahu kondisi Bangka setelah baca artikel ini. Sudah sebegitu parahkah kondisi Bangka? Saya ikut sedih mendengarnya, Mas. Semoga para pihak yang berkompeten terhadap masalah ini segera turun tangan menyelamatkannya. Kalau tidak, saya tidak bisa bayangkan warisan apa yang bisa ditinggalkan nanti buat anak cucu di Bangka. :(

    BalasHapus
  18. Seperti itulah kondisi pulau kecil itu,Pak. Sekarang banyak kolong dan sebagian besar tak terurus.

    Ntahlah apa yang akan diwariskan untuk anak cucu kita nanti.

    BalasHapus
  19. Sepertinya, biarpun terkuak pemerintah tetap tutp mata. Atau mungkin membiarkan pulau ini tenggelam

    BalasHapus
  20. melki rudi salam27 Februari 2012 13.46

    pak gubernur yth pak bupati semua pejabat pemerintah di pulau babel bagai mana cara mengurangi nyamuk malaria ini sebaik nya menebar ikan tempalo keseluruh warga supaya ikan tersebut bisa berkembanghidup memaka jentik nyamuk bayang kan dalam 1 ikan tempalo dalam sehari bisa memakan 20 jentik nyamuk maka berpa jentik nyamuk yang mati dalam setiap hari nya terima kasih mohon maaf bila ada kesalaha kata hormat saya Melki Rudi Salam

    BalasHapus
  21. tuk apa dipusingkan bangka belitung jadi bolong2 sedangkan para pejabat dipemerintahan bangka n belitung biasa 2 aja tuh,apalagi yg punya smelter mengharapkan pulau bangka semakin banyak bolongnya berati semakin banyak kuntungan dari timah yg didapat ,berti makin kaya terus melancong ksingapur,hongkong n australi dll hi.hi.hi

    BalasHapus