Rabu, 16 Maret 2011

Pendapat Masyarakat BaBel Soal PLTN

RENCANA pembangunan Pembangkit Listrik Tanaga Nuklir (PLTN) di Bangka Belitung sedang ramai dibicarakan. Terlebih lagi, pasca tragedi meledaknya PLTN di Jepang pada hari Juma’at lalu. Sementara itu, Gubenur Bangka Belitung menegaskan, masyarakat Babel sepenuhnya sudah siap menerima pembangunan PLTN.

"Yang keberatan justru masyarakat dari luar Bangka Belitung,” klaim Sang Gubernur, seperti dikutip Alqoinkaltim.

Lantas, bagaimana sebetulnya pendapat masyarakat Bangka Belitung (Babel), terkait rencana pemerintah yang akan membangun Pembangkit Listrik Tanaga Nuklir (PLTN) di Provinsi ini.

Berikut pendapat para tokoh dan masyarakat Provinsi Bangka Belitung, yang berhasil saya himpun Via SMS, selama 2 hari (14-15, Maret 2011).

Pertanyaan saya (via SMS);
1. "Apakah Bapak setuju dengan renacana pembangunan PLTN di Bangka Belitung?."
2. "Tolong jelaskan sedikit alasannya?"
(Anggota DPR RI dari Babel)
“Saya ndak setuju”
“Pertama dari segi keamanan. Kedua, dari segi korupsi (banyak spesifikasi yang bisa dikurangi). Jepang saja kalau banyak batubara, mereka tidak akan pakai (PLTN). Buktinya PLTN jepang hanya 35% saja. Sum-Sel lumbung energi, bisa buat semua (tapi) belum jalan. PLTN di Babel proyek yang ada duitnya”

(Anggota DPRD Provinsi Babel)

“Pada prinsipnya, selagi masih banyak maslahatnya bagi kemajuan daerah dan masyarakat, saya setuju. Asal aja implementasinya harus dikaji lebih dalam, dalam masalah taknis dan dampak sosial ekonomi termasuk antisipasi dampak negatifnya. Yang jadi msalah ni, kita belum tahu mendalam PLTN, ujug-ujug sudah nolak duluan.”

“Yang jelas selain bahan bakarnya tersedia di Babel, multiflayer dan efeknya masif. Kalau dijelaskan dua sms dak cukup. Coba Azhari dijogja, hubungi pak Widi, dia orang BATAN Yogya. Beliau teman saya dan ahli dalam hal PLTN”

(Sastrawan)

“Mungkin tidak”.
“Karena PLTN butuh tenaga yang benar-benar profesional. Profesional itu artinya, bertanggungjawab baik dalam kerja, keilmuan, maupun moral. Coba bayangkan bahaya yang akan timbul jika PLTN tak diurus secara profesional?. Kita ngurus PLTU saja tak becus”

(Mahasiswa Pascasarja)
“Hanya orang bodoh dan orang yang menginginkan masyarakat dan bumi bangka hancur yang setuju dengan adanya PLTN di Babel”

Jafri Habib
(Tenaga Pengajar)

“Tidaaakkk setuju. Itu harus kita tolak.”
“Alasannya, ku rasa tidak perlu ku jelaskan. Karena ente sudah cukup cerdas mengenai kenapa saya menolak. Saya yakin itu. Ente termasuk orang-orang yang faham masalah kayak gitu”

(Blogger, penyiar radio)

“Saya setuju. Tapi jangan sekarang. Mungkin 10 atau 20 tahun yang akan datang. Lagian, proyek listrik sudah jalan, cukuplah untuk Babel”

(Blogger, masyarakat Bangka Barat)

“Dari awal tak setuju. Lebih besar resiko daripada manfaatnya, mulai dari awal sampai akhir.”

(masyarakat Bangka Selatan)

“Tidak setuju”
“Alasannya, walau PNS saya tetap menolak. Coba baca buku ‘162 Alasan Menolak Nuklir’, terbitan Gareen Peace”

Nurdec (nama disamarkan)
(Mahasiswa)

“Sangat tidak setuju. Perlu pembahasan lebih lanjut. Mungkin selain dampak positif dampak negatifnya sangat luar biasa. Kita ambil contoh di Jepang, dari waktu perang sampai sekarang”

(ketua organisasi kepemudaan)
“Dak setuju”
“Faktanya sejarah Babel juga pernah kena gempa. Meski kita dak tau kapan berncana datang lagi, kita kan bicara kemungkinan. Elit Babel sendiri sebenarnya, ditekan pemerintah pusat dengan alasan kepentingan nasional. Padahal masih banyak energi alternatif, seperti PLTU dll. Kalau kamu mau tahu, PLTN sebenarnya hanyalah alat tawar menawar dalam percaturan politik global.”
Dalam wawancara via telpon Sefriyanto bahkan mengatakan, “Kalau Geburnur tetap setuju, ku siap keluar dari ketua KMPG kecamatan.”
(Enterpreuner muda)

“Masih susah untuk menentukan sikap”
“Di satu sisi, dampak positif dari PLTN, konon menurut buku dan artikel yang ku baca dari berbagai sumber dikatakan; 1gram uranium untuk PLTN, setara dengan 10 Ton batu bara. Jadi menurutku untuk mencapai target listrik, pemerintah tidak salah”
“Tapi di sisi lain, dampak radiasi nuklir jika tak dikontrol secara baik, sangat luar biasa. Bahkan sebenarnya, nuklir adalah pembunuh paling berbahaya untuk seluruh semesta”

(Ustadz salah satu Pesantren di Babel)

‘’Bukan soal setuju dak setuju”.
“Saya melihat PLTN di Babel syarat dengan kepentingan politik dan merupakan bahan ujicoba (kelinci percobaan) bagi antek-antek kapitalis dan para pemodal asing yang ingin berivestasi di Bangka. Yang nantinya PLTN itu hanya dapat dinikmati oleh segolongan orang-orang kaya saja, sementara yang miskin hanya menonton.”

Catatan kecil; Saya hanya menampung dan menyampaikan apa-adanya, sesuai dengan SMS yang mereka kirim. Semoga bermanfaat dan mencerahkanmasyarakat. Yang pasti, Dirut PLN Dahlan Iskan (seperti dikutip detik.com) mengatkan RI belum membutuhkan PLTN. Mungkin Anda punya pandangan sendiri?

Simaklah hasil wawancara saya dengan Bapak Drs. Zulkarnain Karim,M.M. Walokota Pangkalpinang.

16 komentar:

  1. kereen..yang kayak gini nah...sms aan, banyak2...nanti diliat sikap terbesar dan sebenarnya

    BalasHapus
  2. Yang keren itu pendapat Abang dan sederet tokoh-tokoh yang suda mau bersuara itu.

    BalasHapus
  3. Semoga kalau jadi Terealisasi menjadi hal yang bermanfaat

    BalasHapus
  4. Kalaupun memang jadi saya pun akan mengharapkan hal yg sama,Pak.
    tapi sebelum hal itu jad kenyataan, saya masih mempertmbangkan banyak hal; mendukung atau menolak.

    BalasHapus
  5. mudah2an cita2 untuk membangun PLTN tu emang karena udah ada kesiapan yang matang, bukan cuma untuk ngejar 'keuntungan' dari proyek itu aja, soalnya kalo penggarapannya ngawur, resikonya yang paling bahaya

    BalasHapus
  6. mungkin lebih bijaksana kalau memanfaatkan energi lain seperti tenaga matahari dan gas bumi

    BalasHapus
  7. Mantaaappp....saya yakin bumi bangka tersenyum ketika melihat tulisan anda saudaraq..heheheeee..

    BalasHapus
  8. @Adin; itulah yang banyak dikhawatirkan oleh banyak pihak penentang saat ini,Mas.

    Pak Joko dan Tama;Terimakasih atas kunjungan dan masukannya, Pak.

    BalasHapus
  9. what?????srius aku ketawa baca ini,tenaga matahari n gas bumi??tenaga matahari dayanya kecil bung,gas bumi tuh gk gampang ya n rumit pembuatannya trus gk smw tempat bisa bung...Hai kalian masyarakat mana aja,klian mau PLTU okelah tp klian bertanggungjwab jika terjadi polusi udara pekat n kerusakan ozon bumi bertambah ya...mikir panjang donk...kapan majunya negara ini kalo pikiran kalian masih KOLOT gt....berikut saya kutip pendapat seorang pascasarjana di atas “Hanya orang bodoh dan orang yang menginginkan masyarakat dan bumi bangka hancur yang setuju dengan adanya PLTN di Babel”,,pendapat dan tutur kata Anda tidak mencerminkan seorang pascasarjana...percuma teman2 saya menang dapat emas di olimpiade sains internasional jika kalian gk percaya dgn kami para pemuda....BESAR dan PERCAYA dgn SDMnya,itu kunci sukses negara maju...

    BalasHapus
  10. Hehehee,Sayang sekali jejak sahabat tak ditinggalkan. Padahal masukan Sodara sangat berarti dan sejujurnya sangat bagus malahan.

    Tapi, terimakasih atas masukannya.

    BalasHapus
  11. saya datang lagi....
    untuk info bagi Anda2 semua...
    kalo pake Tenaga Angin dan Surya super boros pak... modul/panel tenaga surya ukuran 1 meter x 2 meter cuma bisa menghasilkan listrik kurang dari 100 watt-200 watt, itupun hanya mampu utk penerangan lampu saja, tdk cukup utk ngidupin alat2 komponen listrik yg pake motor listrik, pemanas atau wolfram (tenaga disimpan ke Aki-Accu), dan setiap tahun harus ganti batere sama inverter. Apabila mau dibangun di Pulau Babel bisa tertutup satu Pulau Babel sama modul/panel tenaga surya doank sedangkan listrik yg dihasilkannyapun masih relatif kecil. Sebenernya lebih enak pake Genset ketimbang pake Tenaga Surya, selama cari BBM lebih mudah. Sedangkan untuk tenaga Angin untuk Pulau Bangka Belitung tidak bisa dilakukan karena kondisi geografis Babel sama Belanda dan Eropa sangat2 berbeda.bukan soal tingginya daerah Pak... tetapi soal konstan dan besaran tenaga yang dihasilkan...
    wahai Anda yg mengaku pascasarjana,pertimbangkan ini baik2....vietnam aja mau bangun PLTN,http://www.batan.go.id/view_news.php?id_berita=768&db_tbl=Berita..apakah kita diam gt aja ditinggal maju oleh negara tetangga????aku sih gmw,gtw kalo bagi Anda2 sekalian....dan sekedar info,pendiri GREEN PEACE pun skrg pro nuklir low...http://www.batan.go.id/artikel/view_artikel.php?id_artikel=36

    BalasHapus
  12. mau tau tentang pengolahan limbah radioaktif,akan saya jabarkan sedikit,bagi2 ilmu pengetahuan dikit lah dr ilmu yg saya dpt saat kuliah...
    ada 3 prinsip pengolahan ygdapat dilakukan,yaitu :
    1. pengenceran dan pembauran(diluta and disperse) utk limbah cair,padat,dan gas tingkat rendah
    2. penangguhan dan peluruhan (delay and decay) utk limbah padat,cair,dan gas dgn waktu paro pendek
    3. pengkonsentrasian dan pengungkungan (concentration and contain) utk limbah padat,cair,dan gas tingkat menengah-tinggi

    sasaran pokok dr pengelolaan limbah adalah utk menjamin perlindungan manusia dan lingkungan dr resiko radiasi..so,kita bertindak tuh udah ada aturan dan SOP yg jelas,jd apa yg Anda takutkan???????

    BalasHapus
  13. @Anonim; Wah saya senang sekali bisa mendapatkan penjelasan yang begitu terang dari Sodara. Kalau mampir lagi jangan lupa tinggalkan kontak, alamat blog,email atau apa saja.hehehee

    Salam n Semoga sukse selalu buat Sodara.Kira-kira untuk menanggulangi lumpur Sidoarjo bagaimana caranya?.Kata orang-orang, Itu kan hanya lumpur dan tak sedahsyat nuklir.

    BalasHapus
  14. Banyaknya kepentingan stakeholder yang mengikuti rencana proyek PLTN jadi memingirkan energi alternatif (panas bumi, angin, arus laut, batu bara). PLTU sdh siap kenapa tidak lanjutkan saja dengan PLTU II, PLTU III dst... daripada menggunakan nuklir (=bom waktu) :)

    BalasHapus
  15. Itu sangat berbahaya pak,liat PLTN japan,sdh benca tsunami mengancam,plus ancaman radiasi nuklirnya,di indon belum cocok deh kayak na

    BalasHapus
  16. @bang Aan : utk masalah lumpur Lapindo itu hal yg bukan di bidang saya,jk saya menjelaskan akan hal itu saya tdk mau dianggap sbg orang yg sok tau krn saya tidak mempelajari lebih dalam akan hal tersebut..silahkan saudara bertanya kepada orang2 geografi,geodesi,geologi,maupun perminyakan....saya mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir

    @sukasuka-net : Anda tidak menyimak comment saya ya????disebutkan di atas (ni saya copy dr comment saya di atas) "pake Tenaga Angin dan Surya super boros pak... modul/panel tenaga surya ukuran 1 meter x 2 meter cuma bisa menghasilkan listrik kurang dari 100 watt-200 watt, itupun hanya mampu utk penerangan lampu saja, tdk cukup utk ngidupin alat2 komponen listrik yg pake motor listrik, pemanas atau wolfram (tenaga disimpan ke Aki-Accu), dan setiap tahun harus ganti batere sama inverter. Apabila mau dibangun di Pulau Babel bisa tertutup satu Pulau Babel sama modul/panel tenaga surya doank sedangkan listrik yg dihasilkannyapun masih relatif kecil. Sebenernya lebih enak pake Genset ketimbang pake Tenaga Surya, selama cari BBM lebih mudah. Sedangkan untuk tenaga Angin untuk Pulau Bangka Belitung tidak bisa dilakukan karena kondisi geografis Babel sama Belanda dan Eropa sangat2 berbeda.bukan soal tingginya daerah Pak... tetapi soal konstan dan besaran tenaga yang dihasilkan..."...Anda mau pake PLTU?????okelah kalo memang anda tidak peduli dgn bumi kita ini....pikirkan emisi gas buangnya bung,jgn cm asal pendapat aja,pake dasar yg jelas dnk...Anda mau merusak ozon bumi kita ini makin parah???saya sih gak mau...

    @situsonline : Bung,PLTN chernobyl maupun fukushima di Jepang itu reaktor lama Bung...Fukushima unit 1 adalah PLTN bertipe BWR (Boiling Water Reactor) dengan daya listrik sebesar 460 MW (daya termal 1533 MW). Dibangun akhir tahun 60-an dan mulai beroperasi tahun 1970....jlaslah klo PLTN nya jg dbangun masa kejayaan PKI...

    BalasHapus