Jumat, 04 Maret 2011

Dampak Penambangan Timah

BangngangaN-- Pada kesempatan ini, saya akan membeberkan akibat buruk dari penambangan timah yang dilakukan secara sporadis dan terus-menerus di pulau Bangka. Posting ini saya sajikan dari berbagai sumber. Sebab kalau berdasarkan pendapat Bang Aan sendiri, sodara tak akan percaya. He he he.

Okey barangkali ada yang perlu, selamat membaca dan silahkan disebarluaskan. Tanpa menyebut sumber juga tak apa-apa. Biar saja orang-orang tahu sisi lain dari tanah kelahiran saya ini.

Nah, dampak utama dari penambangan timah Bangka, sedikitnya terdapat dalam empat hal berikut;

1.Lubang Tambang
Ketika selesai beroperasi, perusahaan tambang meninggalkan lubang-lubang raksasa di bekas areal pertambangannya. Lubang-lubang itu berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang, terutama berkaitan dengan kualitas dan kuantitas air. Air lubang tambang mengandung berbagai logam berat yang dapat merembes ke sistem air tanah dan dapat mencemari air tanah sekitar. Di pulau Bangka dan Belitung banyak di jumpai lubang-lubang bekas galian tambang timah (kolong) yang berisi air bersifat asam dan sangat berbahaya.

2.Air Asam Tambang
Air asam tambang mengandung logam-logam berat yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dalam jangka panjang. Ketika air asam tambang sudah terbentuk maka akan sangat sulit untuk menghentikannya karena sifat alamiah dari reaksi yang terjadi pada batuan. Air asam tambang berpotensi mencemari air permukaan dan air tanah. Sekali terkontaminasi terhadap air akan sulit melakukan tindakan penanganannya.

3.Tailing (limbah tambang timah)
Sekitar 97 persen dari bijih yang diolah oleh pabrik pengolahan bijih timah akan berakhir sebagai tailing. Tailing mengandung logam-logam berat dalam kadar yang cukup mengkhawatirkan, seperti tembaga, timbal atau timah hitam, merkuri, seng, dan arsen. Ketika masuk kedalam tubuh makhluk hidup logam-logam berat tersebut akan terakumulasi di dalam jaringan tubuh dan dapat menimbulkan efek yang membahayakan kesehatan.

4.Hutan menjadi korban, alam pun mengamuk!
Legalitas pemanfaatan lahan yang tidak berkelanjutan dan pengeksploitasian sumber daya alam yang berlebihan tanpa mengindahkan keseimbangan ekosistem merupakan pemicu utama kerusakan lingkungan di Bangka Belitung. Selain itu pelaksanaan otonomi daerah yang kurang siap mengakibatkan eksploitasi sumberdaya yang tidak berkelanjutan.

Pada akhirnya, aktifitas yang tidak lepas dari urusan ekosistem alam itu-pun membuat kerusakan lingkungan dan tatanan ekosistem di BaBel kian menjadi. Seperti sekarang ini, pulau Bangka, hancur sudah jadinya.

Melalui tulisan ini saya berharap, pemerintah daerah hendaknya segera berbenah. Mencari amunisi ekonomi baru, yang tak lagi mengandalkan timah. Kalaupun pariwisata tak bisa diandalkan, masih banyak sumber ekonomi lainnya.

Dalam dunia Blog misalnya, kalau tak bisa Google Adsense (karena tidak bisa menulis bahasa inggris), masih banyak alternatif lain. Ikut program affiliasi atau PPC lokal, barangkali?!. He he he he he.

Saya percaya dan yakin, Pemerintah daerah disesaki oleh orang-orang yang tak kekurangan akal. Sekarang masalahnya, kita mau atau tidak. Itu saja.

7 komentar:

  1. dampak dari pertambangan timah, ternyata mengerikan juga yah..
    betul mas,, untuk membetulkan itu semua, kita mempunyai jalan lain,, tidak mungkin kita terus-terusan bergantung pada timah terus..
    kita mulai dari yang kecil dulu..
    btw,, bang aan jadi pesen kaos blogger indonesia ga? kalo jadi,, kirim data masbro, ke email saya d.dery.ra@gmail.com
    soalnya mau dicetak nih :D
    thanks..

    BalasHapus
  2. Banyak hal yang terkadang diabaikan dalam mengelola hasil tambang, dampak-dampak dalam jangka panjang terkadang diabaikan... semoga saja ada solusi lain yang bisa menjadi alternatif selain eksplorasi alam, agar nantinya terjadi keseimbangan...

    BalasHapus
  3. Tidak lepas juga dari campur tangan petinggi2 kita yang menyetujui pertambangan tersebut.... Semoga pihak pemerintah membaca posting mas Aan ini dan menindaklanjuti kejadian tersebut...

    BalasHapus
  4. wah ternyata dampaknya besar jg ya. :(
    baru tau

    BalasHapus
  5. Terimakasih atas masukan dan komentar sodara sekalian.

    Bagi yang lainnya, baca juga ya, ulasan saya so'al "Aib di Pulau Bangka"

    BalasHapus
  6. setuju bang saya ngeri juga dengan efeknya walau di satu sisi dengan adanya pertambangan ini bs menguntungkan..
    btw adsense saya bs walao di postingan b indo.. emang sih nilainya kecil tp g papa lah drpd sy pusing2 nulis pake basa londo :D

    BalasHapus
  7. setuju banget tapi sulit juga membuat masyarakat mengerti.. tapi gimana lagi wong pejabat2 kita juga banyak yang bisnis timah ataupun kapal keruk..

    BalasHapus