Jumat, 24 Desember 2010

Bikin Buku Tentang Bangka Belitung

Ternyata menulis untuk buku dan menulis untuk posting blog sangat berbeda. Lebih-lebih kalau tema-nya ditentukan pihak lain. Saya mengalaminya ketika diminta menulis untuk proyek buku ISBA Yogyakarta (Ikatan Mahasiswa Bangka).

Nah, begini ceritanya. Pertengahan Novermber silam, ketika sedang asik menikmati kopi Blandongan, saya terlibat obrolan ringan dengan Riduan Ahamad, ketua ISBA. Si Riduan mengutarakan niatnya untuk menerbitkan sebuah buku. Katanya sih, berupa kumpulan artikel dari para pengurus dan mantan pengurus ISBA Yogya.

Meski ragu, saya antusias mendengar rencana itu. Sebab jarang sekali mahasiswa Bangka Belitung punya agenda sebagus ini.


Sepekan kemudian, Si Riduan kembali menghungi saya. Via sms.
Riduan  : "Yak', kami minta pok nyumbang tulisan-lah aok?. ISBA akan nulis buku tentang Babel".
Saya      : "ini serius?!"
Riduan  : "Serius, Yak'. Anak-anak pengurus ISBA sudah megumpulkan tulisannya. "Rektor UBB dan Bang  Sofian (mantan Rektor UGM), serta Bang Rusli (penulis, mantan anggota DPD RI Babel), sudah mengirimkan kata pengantar"
Mendengar penjelasan itu, saya pun mengiakan.
Saya     : "Oke, ku siap nyumbang tulisan. Apa rencana judul bukunya"
Riduan : "Imagining Bangka Belitung; Perspktif Kaum Muda".
Saya     : “Oke, sepertinya bagus. Nanti kalau sudah selesai ku kirim ke email ka”
Riduan : “Oke sippp!....”

Ternyata meski setiap pekan menulis untuk posting blog, namun agak sulit juga ketika menulis artikel-artikel untuk buku. Selain karena tema yang telah ditentukan, persoalan data dan konteks saya sebagai “orang luar” ISBA, menjadi keruwetan tersendiri. Ketika menulis untuk posting blog, saya merasa benar-benar bebas. Bebas menulis tentang apa saja, dengan gaya dan bahasa sesuka hati. Tak peduli kaedah ilmiah dan yang pasti menulis untuk blog bikin happy.

Dengan susah payah (he he..lebay), saya pun menyusun enam buah artikel. Tentang politik, ekologsi, etika media, dan sedikit masalah kemiskinan.

Dugaan saya, buku yang digarap oleh Pengurus ISBA tersebut adalah bunga rampai dari para intelektual muda BaBel yang bernaung di ISBA Yogya. Seperti judulnya, agaknya buku ini semacam refleksi kaum muda Babel tentang daerahnya. Tentang kondisi masyarakat, alam, ekonomi, politik, sosial, seni, dan pariwisata serta pendidikan di BaBel. Secara garis besar, buku ini sepertinya memuat kritik, masukan, dan saran-saran konstruktif tentang refleksi satu dekade berdirinya Provinsi Bangka Belitung.

Menurut Si Riduan, artikel-artikel yang akan dibukukan itu sebagian telah dimuat di berbagai surat kabar lokal; Babel Pos, Bangka Pos, Rakyat Pos, Radar Bangka dan lain-lain. Saat ini naskahnya sudah ditangan editor, dan kalau tidak ada aral melintang akan diterbitkan pada Januari 2011 mendatang.

Saya jadi salut untuk kreatifitas anak-anak ISBA Yogya yang satu ini.

Mohammad Hatta pernah bilang begini. "Dalam segala hal kaum intelegensia tidak dapat berbuat pasif, menyerahkan segala-galanya kepada mereka yang kebetulan menduduki jabatan. Taggug jawab akademikus adalah intelektual dan moral!" (baca 'Cendikiawan dan Politik').

Hemat saya, kiprah dan pergumulan intelektual muda dalam kehidupan nyata masyarakat memang sangat penting. Sebab masukan dan kritik-kritik solutif-kontekstual dalam upaya membangun daerah dimasa mendatang, merupakan lahan terlantar yang sepi dari garapan penguasa. Para pemimpin daerah umumnya hanya sibuk pada agenda-agenda politik jangka pendek; meraup kekayaan dan mempertahankan kekuasaannya.

Disinilah kaum muda dituntut untuk berperan ganda; menawarkan kerangka-kerangka konseptual progresif dan terlibat dalam kerja-kerja praksis-emansipatoris disemua lini kehidupan masyarakat. Kata orang bijak, perubahan dimulai dari tersemainya gagasan.

4 komentar:

  1. Wiih, salut untuk anak-anak ISBA...
    Eh, rumah Denuzz tetanggaan loh sama sekret ISBA Universitas Sriwijaya, malah sekarang Denuzz udah lumayan bisa pake bahasa bangka... Hehe

    Sukses untuk artikel-artikelnya, semoga membawa manfaat :)

    Salam sayang dari BURUNG HANTU... Cuit... Cuit... Cuit...

    BalasHapus
  2. Sukses untuk artikelnya mas.

    Salam

    "Ejawantah's Blog"

    BalasHapus
  3. Artikel yang menarik bang. Bisa jadi referensi juga nih... buat belajar menulis :)

    BalasHapus
  4. saya sendiri sedang belajar pak.
    Denuz&Indra@ terimakasih atas do'anya


    Salam Sukses juga untuk sampean semua..

    BalasHapus