Jumat, 05 November 2010

Gemuruh Dari Merapi

Merapi kian menjadi. Setelah meletus pada 26 oktober pekan lalu, sekitar pukul 11.47 Wib (5, Nov, 2010) merapi meletus lagi. Letusan merapi kali ini lebih dahsyat dari letusan-letusan sebelumnya. Sumber resmi menyatakan letusan merapi malam tadi adalah letusan terbesar sejak seratus tahun terakhir.

Letusan merapi yang terjadi semalam juga disertai dengan hujan abu bercampur pasir dan krikil-kerikil sebesar satu centi meter. Hujan pasir dan krikil ini bahkan sampai terasa hingga pusat kota Jogjakarta, yang notabene berjarak puluhan km dari puncak merapi.


Bukan hanya itu, suara gemuruh dari gunung teraktif di dunia ini juga terdengar sangat jelas hingga wilayah kampung Sapen, kota Jogjakarta. Derasnya hujan pasir dan kerikil ini sempat membuat warga kampung panik dan berhamburan keluar rumah.
Beberapa warga (saya lihat) telah siap-siap untuk mengungsi. Karena suara gemuruh merapi tadi malam memang sangat mengerikan. Suasana semakin mencekam karena listrik diwilayah ini sempat padam.


Seorang kawan, yang sudah sepekan jadi relawan dipengungsian merapi mengatakan bahwa, suasana dibeberapa titik di kota, sangat ramai oleh kendaraan-kendaraan warga yang mencari selamat.

“Jalan-jalan sangat ramai, orang-orang sibuk cari tempat aman” kata mas Ireng.

Mas Ireng ini memang sudah sepakan jadi relawan di dikawasan Pakem Sleman, Yogakarta. Malam tadi, ia pulang sebentar untuk mengambil beberpa barang.
Saya sendiri merasakan langsung butiran-butiran pasir, krikil dan abu merapi malam tadi. Suara gemuruh yang terdengar, tak urung membuat kuduk saya jadi merinding.

Meski tak sampai jadi pengungsi, kepedihan, kengerian warga lereng merapi malam tadi, masih amat terasa dihati saya. Bagaimana tidak, suara gemuruh gunung merapi tadi malam, benar-benar menggelegar, bak guntur dari perut bumi.

Keluhan hati.

Tulisan ini saya buattadi malam, saat hujan pasir dan kerikil dari gunung merapi masih sangat deras mengguyur kawasan sekitar kampung Sapen, kota Jogjakarta.

Saya menyayangkan, saat-saat getir seperti ini, masih ada saja orang-orang yang sibuk melontarkan kalimat-kalimat picik, dan sinis pada bencana ini.

Ada yang bilang, bencana ini adalah murka, peringatan dan pelajaran dari Tuhan. Yang lain berujar: diambil himahnya saja. Kalimat dengan nada-nada serupa mengusik hati, karena banyak sekali bertebaran diberanda facebook milik saya, sejak sepekan ini.

Yang lebih lebih menyakitkan lagi, seorang ustadz saya di seberang sana, sampai hati mengatakan begini;

“wajarlah jogja ditimpa bencana terus. Banyak kampus dan orang-orang sesat di Jogja itu”. Kalimat ini muncul pada kotak masuk hanpone saya pagi tadi.

Saya bingung menghadapi orang-orang seperti ini. Menurut kisanak bagaimana?.

30 komentar:

  1. sungguh ksihan pra pengungsi......

    BalasHapus
  2. gemuruh merapi menggetarkan bumi

    BalasHapus
  3. Bencana demi bencana datang silih berganti . ada apa gerangan ????

    BalasHapus
  4. Oktober dan Nopember iin banyak air mata anak negeri yang tumpah akibat amukan alam ini ya... Semoga saja cepat berakhir.
    Di Bangka ada gunung berapinya gak mas n gimana keadaanya..??

    BalasHapus
  5. sepertinya bencana di negeri ini masih belum mau pergi juga...

    BalasHapus
  6. MUNgkin kita harus koreksi diri masing-masing sebelum menuduh siapa yang salah, bencana yang datang silih berganti harusnya bisa menjadi cermin dan kita ambil hikmahnya... Semoga bencana ini segera berakhir..amin

    BalasHapus
  7. kalo soal kata2 yg bernada sinis dan sok dakwah menurut saya kurang setuju,walaupun dalam ayat AL QURAN memang di terangkan bencana alam itu adalah teguran buat manusia.Namun bukan berarti penduduk di kawasan merapi di benci oleh TUHAN.Jadi inti nya jgn membuat suatu kesimpulan terhadap suatu bencana berdasar kan emosi hati.

    BalasHapus
  8. @Saung Web untungnya bangka belitung tak punya gunung berapi, tapi buminya juga sudah porakporanda oleh pertambangan timah..

    BalasHapus
  9. @WONG SIKAMPUH ngoceh saya sepakat dengan pandangan sampean...

    BalasHapus
  10. tak semua yang kena bencana itu pendosa. Ujian bisa tertimpa siapa saja. Aku bisa merasakan apa yg sampeyan rasakan bang karena aku jg pernah merasakan korban kebakaran karena ulah tetangga yg imbasnya ke puluhan rumah. Ga ada orang yg pingin berduka.

    Besarkan hati, lapang dada dan lebih mendekatkan diri padaNya. Allah Maha Tahu, tunjukkan bahwa anda beda bukan bagian orang yg dinista. *boleh baca kontenku mawar putih berdebu, itu mungkin bisa mewakili*

    salam ukhuwah, kami tetap berdo'a buat sampeyan dan yg lainnya.

    BalasHapus
  11. yang paling tahu tentang azab hanya Tuhan bukan manusia meski ustadz sekalipun. sebagai sesama manusia respon paling manusiawi tentu bersimpati kepada mereka yang tengah tertimpa bencana dan mengulurkan bantuan, dan hal itu pulalah yang akan mereka lakukan saat situasi terbalik.

    BalasHapus
  12. Ini semua cobaan untuk negri kita..
    janganlah percaya sama omongan/mitos para paranormal karena ini semua sudah jadi takdir tuhan..
    kita hanya bisa mendoakan... :)

    salam kenal sobb

    BalasHapus
  13. terimakasih atas apreasiasi para komentator sekalian..."sangat mencerahkan"

    BalasHapus
  14. semoga semua bencana ini segera berakhir, Amin.

    BalasHapus
  15. Semoga bencana merapi akan segera berakhir, dan buat para saudara2 yang ada di pengungsian semoga diberi kesabaran yang luar biasa...

    BalasHapus
  16. terimaksih atas do'a kisanak semua... semoga Tuhan mendengar dan mengabulkannya.kasihan pengungsi merapi..

    BalasHapus
  17. waduh, makin parah nih Merapi ... hayoo dong merapi, jinak dikit napa. kasian saudara-saudara kami di sana ... hiks

    BalasHapus
  18. semoga semua bencana ini cepat berlalu!

    BalasHapus
  19. @Fir'aun NgebLoGAMInnnnNN; semoga benca lekas berlalu dari negeri ini. tapi tadi sore jogja sempat digoyang Gempa lagi...

    BalasHapus
  20. bencana ini adalah murka, peringatan dan pelajaran dari Tuhan. Yang lain berujar: diambil hikmahnya saja....<<<---tak ada kalimat picik atau sinis bukan?...Belantara Indonesia base camp juga membuka barak pengungsian di maguwo hingga kini dan tiap hari naik ke Pakem / candi...Intinya alam milik Tuhan, apa yg harus di lakukan jika tak mengambil hikmah dari tiap kejadian? Bencana maupun kedamaian dari Allah Ta'alla...ya syukurilah jika tak bisa mengelak...amin

    BalasHapus
  21. kasian ya saudara-saudara kita disana.....
    pasti sangat teramat pilu sekali....hmm...
    semoga mereka diberi ketabahan yang kuat...amin...

    BalasHapus
  22. salam kenal, nice info, kunjungan balik diTunggu di sini http://ramlannarie.blogspot.com/ dan http://ramlannarie.wordpress.com/

    BalasHapus
  23. saya hanya bisa mendo'akan semoga saudara-saudara yang di sana tabah menghadapi bencana ini, diberi ketabahan, tidak menyalahkan Tuhan dan ikhlas atas apa yang terjadi.

    BalasHapus
  24. semoga saudara kita dapat tabah dan ikhlas... semua pasti ada hikmahnya. tapi saya juga menyayangkan sikap warga yang sudah di suruh mengungsi tetap saja mbendel dan nekat bertahan di sana.

    BalasHapus
  25. semoga do'a-do'a kita didengar dan diperkenankan olehNYA..

    BalasHapus
  26. Turut berbahagia, akhirnya bencana merapi saat ini mulai membaik kembali. moga para korban tidak trauma dengan kejadian mengerikan kemarin.

    BalasHapus
  27. semoga saja merapi jadi sepi, tenang seperti harapan kita semua

    BalasHapus
  28. allah maha besar.............

    BalasHapus