Kamis, 30 September 2010

Sejarah Gerakan 30 September; NamLima


Tentang gejolak 30 September NamLima. Ada banyak cerita yang tak begitu terang fakta-faktanya. Satu pelaku, seratus kisah. Satu kelompok, beribu analisadan pengakuannya. Satu menang, yang kalah pemberontak.

Begitulah sejarah, Kawan!. Wajar...

Untuk mendalami dan memahami periode yang satu ini, penting untuk mengingat pesan F. Bacon (filosuf) berikut ini. “beberapa buku harus dicecap, yang lain ditelan, dan beberapa yang jumlahnya sedikit harus dikunyah dan dicerna”, kenapa?.

Begitulah sejarah.... Ruwet, bung!

Gejolak September NamLima; 45 tahun sudah. Hampir setengah abad; tak banyak yang benar-benar mengingatnya. Orang-orang, fakir yang merefleksikannya. Mungkin, sudah tidak begitu penting. Sebab peristiwa itu, tak lebih dari satu episode, “jejak-jejak gelap”. Dalam hal ini Hegel benar ketika menyatakan bahwa kesalah terbesar yang selalu diulang-ulang oleh kebanyakan manusia adalah melupakan sejarah. Atau, ini semacam gerakan melawan lupa?.

Begitulah sejarah, Boy!. Penuh misteri, intrik dan kepentingan...

Gejolak September NamLima; sampean pasti ingat?!. Meski ingatan kita berbeda-beda. Dalam ingatan Mas Telor; September NamLima itu film-nya. Dalam ingatan Mbak Ernia; September NamLima adalah masa pemberontakan PKI. Menurut Mbah Jower, September NamLima itu zaman pembantaian. Dalam catatan Bang Ngangan, ada beberapa peristiwa ‘hebat’ yang selalu dan rasanya pantas diketahui oleh siapa saja;

Pertama, GESTAPU (gerakan t30 September/PKI). Kedua, Dewan Jenderal VS Dewan Revolusi. Ketiga, Tritura, Orde Baru (ORBA), dan tentu saja, TAP MPR No.XXV/1966, yang melarang PKI dan semua organisasi yang berafiliasi padanya serta ajaran-ajaran marxisme, leninisme resmi dilarang untuk berkembang diseluruh tanah Indonesia.

Catatan-catatan tersebut adalah detik-detik yang sangat mendebarkan, mencekam, menentukan, dan memilukan. Siapa yang menang memang jelas, tapi siapakah yang benar?.
Entahlah....

Yang pasti..., gejolak September NamLima, tidak pernah mengesankan ‘satu’ kebenaran. Tidak lucu, kusut dan tak menyenangkan. Dari sekian ceritra, cap “pahlawan” selalu pada trah berkuasa. Namun begitu; bukan pahlawan, tapi sejarah itu sendiri lah yang mesti kita ingat-ingat. Kini Ibu pertiwi sedang santai. Tak melulu tegang.

Apakah kisanak punya catatan tentang peritiwa pada September NamLima?gambar dipinjam dari nusantaranews

7 komentar:

  1. salam kenal sobat...salam persahabatan

    BalasHapus
  2. september namlima sebuah sejarah masa lalu yang sampai sekarang masih kabur atau sengaja dikaburkan ... .

    BalasHapus
  3. ya, itulah sejarah ... tidak ada yang bisa menjamin siapa yang benar dan siapa yang salah ...
    subyektifitaslah yang berbicara ...

    BalasHapus
  4. sejarah bangsa ini memang banyak gelap...

    BalasHapus
  5. klo gue jadi penguasa gue pengen jadiin kakek nenek gue pahlawan ah...hehehe

    BalasHapus
  6. yang jelas dan terang, peristiwa itu terjadi pada tanggal 30 Septemmber tahun 1965. bukan begitu Bang Ngangan?

    BalasHapus
  7. @afif; ya...itu memang sudah terang, cuma masih perlu keterangan...

    BalasHapus