Rabu, 22 September 2010

Membakar Al-Qur’an, Siapa Takut

Siapa yang berani membakar kitab suci?, apakah sampean berani?

Di bawah langit Tennessee, A.S, dua buah Al-Qur’an dibakar. Pelakunya, dua rohaniwan gereja; Pendeta Bob Old dan Pendeta Danny Allen. Keduanya dari Dove World Outreach Center di Florida, Amerika Serika.

Sebelumnya “Hari Pembakaran Al-Quran Sedunia”, rencananya memang akan dilangsungkan bertepatan dengan sembilan tahun tragedi 11 September 2001. Lantaran dikecaman masyarakat internasional, Terry Jones, selaku pemimpin gerakan ini, mengurungkan aksinya.

Sial!, rencana tetap dijalankan dua orang pendukungnya.

Pada Sabtu 9 September 2010, Old dan Allen menyiram dua buah Al-Quran dan sebuah teks Islam lainnya dengan cairan pembakar. "Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta. Ini adalah kitab palsu, Nabi Muhammad adalah nabi palsu dan itu merupakan wahyu palsu," kata kedua pelaku, seraya memegangi Al-Qur`an, lalu kemudian membakarnya. Aksi yang mereka sebut sebagai "demonstrasi damai" itu, juga disaksikan Delapan orang wartawan.

Kedua pendeta; Bob Old dan Danny Allen mengatakan, aksi tersebut merupakan pesan dari Tuhan. Dan yang penting "Saya yakin bahwa sebagai negara kita berada dalam bahaya," lanjut Pendeta Bob Old. Alasan kedua rohaniawan gereja terebut sederhana; mereka membenci “Islam”. Mereka marah dan protes Tennessean.com.
Gila?!, tentu saja.
Tapi, diatas kegilaan itu saya justeru terpaku. Jadi malu. Di rumah saya, Al-Qur’an tidak jarang tegeletak, kusam, kumal, dan berdebu. Jarang tersentuh, apalagi dibaca. Diamalkan, tapi serampangan. Bahkan terkadang; warisan Nabi Muhammad, tersebut hanya jadi pajangan. Sekedar simbol semata. Tidak lebih.

Lebih parahnya lagi, di “rumah” saudara saya yang lain; Qur’an diakui sebagai kitab suci tapi di saat bersamaan mereka ingkari. Di imani tapi juga direduksi semaunya sendiri. Dalam konteks ini, “Tidakkah Al-Qur’an lebih baik dibakar saja?”.

Hoo ho..., nanti dulu.

Meski hanya simbol, Kitab Suci, tetap saja sentimentil. Bagi saya; teramat sakral. Dan hal ini –agaknya berlaku- tidak saja untuk saya, tapi seluruh muslim Dunia. Kitab Suci sebuah agama -dimanapun- sangat sakral. Sebabnya; Kitab Suci adalah “panduan hidup” penuntun sekaligus tuntunan utama bagi orang-orang beragama.

“Membakar Al-Qurkan, siapa takut” a ala Old dan Allen, mungkin memang berlaku bagi orang-orang yang tidak meng-imaninya. Hal biasa bagi mahluk-mahluk gila. Namun demikian, aksi pembaran Al-Qur’an atas nama “protes”, tidak bisa dibenarkan. Edan.

Membakar kitab suci, -dimanapun- dengan alasan apapun, adalah penghinaan serius. Dalam konteks ini, kita pantas berang. Marah, wajar.

Pertanyaannya, apakah kita akan mendendam. Melakukan balasan. Beraksi membakar kitab suci mereka. TIDAK, kita tidak boleh ikut gila. Dan saya yakin, kisanak juga berpendapat demikian. Bukan tak bernyali, tapi karena kita lebih berbudi. Sebab kita beradab.

Apa Kabar SaudaraKu;Bagimana Kalau Kita Balas dengan aksi bakar-bakar jagung?

12 komentar:

  1. yah, itulah manusia bang. kalau merasa tidak sesuai dengan keinginannya... pasti mebalas.

    saya setuju tuh dengan bakar-bakar jagungnya. hehehehehh....

    BalasHapus
  2. para pembakar Al-quran adalah orang gila dan biadab, jika kita melakukan balasan terhadap mereka maka sama saja kita seperti mereka, nabi kita tidak pernah mengajarkan balas dendam, justru nabi kita mengajarkan untuk memaafkan mereka yang dzalim kepada kita.

    kofirmasi: blog anda sudah pakde follow dan sudah pakde masukkan pada blogroll bisa dichek kawan

    BalasHapus
  3. Buat pakde sulas, sepertinya kita memiliki pandangan yang mirip. terimakasih ata skunjungan dan konfirmasinya...

    BalasHapus
  4. bikin yang aneh-aneh bung biar banyak yang komen

    BalasHapus
  5. semoga tuh kafir di azab paling perih ... amin
    dan denuzz yakin azab itu pasti akan datang ...
    cepat atau lambat ... di dunia atau di akirat ...

    ~~~ Salam BURUNG HANTU ~~~
    http://blog.beswandjarum.com/denus

    BalasHapus
  6. memang tindakan bakar membakar kitab suci itu sangat2 tidak baik,klo melihat agama mana yang benar ddunia ini g akan ad habis2 ny dan sangat mungkin g ad yang mau mengalah bila kita bertanya pada bbrp penganut agama mana yg paling baik dan benar.semua kejadian itu bkan karna kebencian suatu agama kepada agama lain tp lbih ke pribadi penganutny.bisa jd juga itu terjadi karna spt pepatah"g mgkin ad asap klo g ad api".jd koreksi diri sendiri kali y solusi terbaikny.

    BalasHapus
  7. hummm...mereka jahat. pasti akan ada balesannya. semoga tidak ada lagi orang yang seperti itu...

    BalasHapus
  8. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang Bisnis dan Kesehatan di blogku : http:// www.ptmsi.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

    BalasHapus
  9. wah jangkrik tenan wong iku,, mugo2 allah memberika ajab kepada yang membakar alquran,, amin
    silahkan berknjung kembali

    BalasHapus