Minggu, 02 Mei 2010

Waduh…,Nasib Buruh?!


Rombongan besar itu datang bergantian, memasuki taman parkir Abu Bakr Ali. Mengusung berbagai bendera, sepanduk dan poster, sembari meneriakkan lagu-lagu perjuangan. “ Kami dari Front Perjuangan Rakyat,” kata pemimpin rombongan. Tak lama berselang, empat rombongan dari berbagai elemen lain (buruh dan mahasiswa) juga mendarat ditempat itu.

Tak ayal, pukul 10.00 wib kawasan itu pun sesak. Maklum, tak kurang 4 ribu massa aksi bergantian memadati kawasan taman parkir yang terletak dikawasan malioboro ini. Bukan pawai karnaval, hari itu sabtu, 1 Mei 2010 adalah peringatan hari buruh internasional.

Berbeda dari biasanya, banyak sekali elemen organisasi yang telibat dalam aksi kali ini; buruh, petani, pemuda, mahasiswa bahkan jurnalis terbagi dalam lima rombongan besar. Mereka menuntut hak-hak normatif (demokratis) rakyat pekerja diperhatikan. “Naikkan upah buruh”, “hapus sistem kontrak”, “tolak ACFTA” terbentang dalam poster mereka. Selain itu mereka juga menuntut sistem outsorscing dihapus serta ditetapkannya 1 Mei sebagai hari libur nasional.

Meski aksi tersebut berjalan tertib sedikitnya 500-an aparat Poltabes Yogyakarta dan Polda DIY disiagakan di titik-titik strategis seperti kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta, gedung DPRD DIY, kantor Gubernur DIY di Kepatihan dan Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta.
Koordinator Umum Front Perjuanagan Rakyat (FPR), Rendi mengatakan pemerintah harus serius menanggapi tuntutan buruh kali ini. Rendi juga mengatakan bahwa pemerintah harus segera memenuhi tuntutan dari kaum buruh. “Ini tuntutan rakyat. Ini adalah suara rakyat secara kolektif untuk kepentingan buruh dan rakyat diseluruh Indonesia,” ujarnya saat berorasi mengawali aksi tersebut.

Sambil sesekali behenti dan meneriakkan yal-yel " SBY-Boediyono, Boneka Amerika" massa terus bergerak menuju kantor Pos Besar. Kadang suara mereka melemah, bergetar menahan panas. Entah berapa kali mereka meneguk air, sebagian menghisap rokok dan beberapa lagi membagi-gabikan selebaran.

Dalam selebarannya massa FPR mengklaim semua buruh di Indonesia menyatakan menolak ACFTA, karena akan merugikan buruh dan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Sedangkan didepan kantor Pos besar Yogayakrta, massa ABY, dalam pernyataan sikapnya menyatakan menolak segala bentuk peraturan perundang-undangan/revisinya yang menindas buruh. Setelah berlangsung sekitar 2jam (pukul12.20 Wib), aksi peringatan hari buruh internasional itupun bubar dengan apik.

Tanggapan Pemerintah

Ditempat terpisah, Presiden SBY, di depan karyawan pabrik perakitan mobil Toyota di Karawang, Jawa Barat, berharap ekonomi terus tumbuh sehingga tak ada lagi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). “Tidak ada PHK yang tidak perlu,” kata Yudhoyono (baca detikcom).

SBY juga mengingatkan pemilik perusahaan yang usahanya berkembang agar berbagi keuntungan dengan pegawainya. Sedangkan kepada buruh, Presiden meminta menjaga disiplin dan produktivitas.

Sementara itu dari senayan, sayup-sayup menjadikan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional mulai terdengar. Konon katanya, diberbagai Negara hal ini telah diterapkan. Jadi kita akan segera menyusul. Suara “aneh” tersebut salah satunya muncul dari para politisi Partai moncong putih (baca detikom/cari aja di google).

Kini 3 hari berselang pasca “lebaran kaum buruh” sabtu lalu, semuanya menguap. Teriakan tuntuan, sapanduk dan poster-poster itu tinggal menanti. Seraya berharap pemerintah “Negeri Bengal” ini, tak lupa akan nasib buruh negerinya.
Download Artikel Ini

8 komentar:

  1. mayday,,,mayday...perhatikan nasib buruh...

    BalasHapus
  2. buruh di negeri ini memang sangat memprihatinkan...

    BalasHapus
  3. nassib buruh kasian ei...

    BalasHapus
  4. semoga pemerintahnya ga' lupa ....

    BalasHapus
  5. sip..makasih dah mampir ke blog saya, bung...
    :D ntar saya pasang linknya ya....
    semanga!!
    may Day, May Day...
    Hidup Buruh!!

    BalasHapus
  6. aduh ksian umz...
    gmn atuwh jalan keluarnya..

    BalasHapus
  7. apakah selamnya sang pembangun itu di robohkan.....inilah negeri rongsokan....aku sepakat dengan bung......

    BalasHapus
  8. Irwan Bajang22 Mei 2010 13.52

    aku kenal tuh yang di foto..hehehehe
    yang pakai baju putih
    :D

    BalasHapus