Minggu, 11 April 2010

Untuk Indonesia Ku


Judul : Inilah Negeri Rongsokan
Penerbit : Bastian Media Pressindo
Penulis : Muhamad Azhari A.F
Tebal : 154 Halaman
Harga : Rp. 20.000
Setelah lebih dari setengah abad “merdeka”, negerii ini masih saja berkutat pada persoalan-persoalan klasik-mendasar. Pendidikan aut-autan, ekonomi tak kena sasaran, kemiskinan membeludak, kesehatan memperihatinkan, korupsi jadi tradisi, dan kesejahteraan tetap saja sebatas angan, ibarat pepatah, masih jauh arang dari api.
Jika dianalogikan dengan sebuah mobil, maka bangsa ini bak rongsokan besi-besi tuanya. Dengan Mesin yang kelihatannya bagus. Tapi berjalan dengan pintu dicopoti, bannya dicuri, atap yang penuh lubang, dan sebagai pemilik kita hanya diam saja membiarkan orang asing mengendalikan setirnya. Sekarang tinggal cat-nya saja yang terus kita jaga, kita pelihara dan senantiasa kita rawat dengan sangat bersemangat.

Aneh, sebagai bangsa terbesar ke empat dunia, dengan kekayaan yang melimpah ruah, kita masih saja terbelakang, miskin, kerdil, dan jauh tertinggal dalam derap kemajuan bangsa-bangsa tetangga.


Rentetan problem akut tersebut, tak pelak membuat saya bertanya-tanya. Apakah negara khususnya pemerintah saat ini, telah berusaha sekuat tenaga untuk “melindungi segenap rakyat dan tanah tumpah darah indonesia” dan mengawal serta memastikan agar “bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakayat” (lihat T.A Tomagola dalam Republik kapling, 2006).

Sungguh tidak masuk akal, negeri kaya-raya, tapi 50 juta rakyatnya hidup sengsara. Negeri yang agraris tapi petaninya hidup senin kamis.
Akhirnya kita juga harus bertanya, dimanakah sebenarnya letak kesalahan kita. Apa Jangan-jangan kita memang belum “merdeka 100%” seperti kata Tan malaka. Atau ini memang menjadi bagian dari proses “revolusi yang belum usai” seperti kata Soekarno, lebih dari 50 tahun lalu.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tesebut setiap pengamat, politisi dan tokoh mungkin memiliki analisa dan jawaban yang berrbeda-beda sesuai dengan latar belakang keilmuan dan pengalamannya masing-masing.

Buku kecil ini, hanyalah bagian dari upaya saya untuk menjelaskan atau tepatnya, meramaikan perdebatan bagaimana seharusnya negara dengan sejuta karunia ini dikelola. Untuk itu tentu saja buku ini juga mengupas berbagai persoalan-persoalan mendasar yang banyak mendera bangsa ini. Meski terdiri dari kumpulan-kumpulan esai, namun secara garis besar buku ini telah disusun kedalam tiga bab besar yang terarah.

Bab pertama menguraikan rantai-rantai karat dari jagad pendidikan ditanah air, setidaknya dalam masa lima tahun terakhir. Sedangkan bab kedua, akan menyoroti soal-soal ekonomi, dengan berbagai fariannya. Selanjutnya pada bab terakhir dimuati oleh carut marut berbagai persolan sosiall kemasyarakatan. Tulisan-tulisan pada bab ketiga ini saya bagi kedalam berbagai pokok soal, yang pada awalnya merupakan respon terhadap berbagai gejolak wacana-wacana hangat dalam dekade 2005-2008.
Akhirnya, penulis menyadari bahwa masih tedapat banyak kekurangan dalam buku ini. Untuk itu kritik, saran dan masukan dari para pembaca sangat kami nantikan. Bagi yang berminat, anda juga bisa memesan langsung kepada saya. silahkan kirim email ke azhariedo@gmail.com

12 komentar:

  1. OOO ni buku yang kata pengantarnya khusus dari Pak Basuki Tu ok...salout bro..

    BalasHapus
  2. sulit menemukan buku realita seperti ini.....salut....kejujuran yang luar biasa.....mas tlg tanda tangannya ya.....tapi kok koper buku yg ku beli beda ya...(lebih bagus)....apa ini jilid 2???

    BalasHapus
  3. hohohoho, akhirnya muncul juga penulis buku2 berkualitas yang lahir dari rahim gerakan. btw di Bali kok sulit ditemuni ntu buku? apa dicetak terbatas?

    BalasHapus
  4. wah, kereeeeennnnn! mana bukunya???? ntar kubeli!

    BalasHapus
  5. Belajar Mencintai Dengan Krtk-kritik Berani!...

    BalasHapus
  6. aq kmrn ke gramedia babel tidak ad bukumu cuk..

    BalasHapus
  7. yak, mana buku utk q. kata e nek mberi buku 'negeri rongsokan' ya....

    BalasHapus